Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Senandung Ayat

Assalamu'alaikum Imam ku Ketika kau datang ucapkan salam Ketika kau sapa dalam diam Dan ketika kau tersenyum dalam suka Maka ketika itu pula ku tundukkan wajah Tak sanggup ku menoleh Tak sanggup ku berangan Ketika baris demi baris kata Simpul demi simpul tawa Bertukar dengan kata Bismillah Melantunkan senandung ayat Menjanjikan ikrar suci Dalam peraduan malam sunnah Syukur ku panjatkan pada Ilahi Imamku... Tuntunlah aku selalu dalam setiap ayat yang terucap Didiklah aku selalu dalam dongeng yang terurai Sehingga ku mampu menjadi makmum sejatimu dunia akhirat

Rainy

Masih begitu gelap di pagi hari Tak ada kicauan burung Tak ada hembusan angin Hanya terdengar gemericik air Gemuruh pun tak berdegum Semakin dalam dan serak Hujan turun dengan berjuta kejutan Keindahan yang tiada terkira Dari Sang Pencipta Menyambut umat menyapa indah hari Saat ia pun terhenti Langit telah menyibakkan tiraiu Mengajakmu untuk tersenyum Dan bersyukur dan berkata : "Betapa indah karuniaMu, ya Allah. Tiada tara tiada tanding. Hanya terucap asmaMu dan bersujud."

Syukur

Dalam setiap kebahagiaan Terdapat kesusahan yang mengawalinya Dalam setiap kesuksesan Terdapat kegagalan yang mendampinginya Dalam setiap kebahagiaan dan kesuksesan Terdapat doa dan syukur yang selalu terucap Maka ketenangan, kedamaian, dan keberkahan akan selalu di capai Dalam setiap udara yang dihirup di dunia Doa dan bersyukur adalah keberkahan itu Hidup adalah keberkahan lainnya

Tersesat

Dalam dekap sang bunda Terbisikan alunan doa penuh makna Terlantunkan ayat-ayat kitab suci Penuh harap pada buah hati Tak henti dan tak henti Tak lelah dan tak lelah Penuh peluh dan kekuatan hati Penuh sabar dari lubuk sanubari Terdidik menjadi seorang imam Harapan pasti seorang ibunda Menempakan iman sang pencipta Agar hidup jauh dari kekelaman Namun tak sadar maka tak sadar Berdusta akan tetap berdusta Hilangnya keimanan beranjak dewasa Tergantikan dengan hidup hingar bingar Terinspirasi dari gaya hidup seorang teman lelaki, yang melalaikan salah satu ibadah wajibnya yang hanya dilakukan seminggu sekali. Miris memang melihatnya, karena sang ibu sangat berharap anak lelakinya menjadi imam yang baik. Namun inilah cobaan dan godaan hidup, tak dapat terelakkan, tapi harus bisa dihadapi.

Senyum Muslimah

Pagi itu adalah pagi yang cerah Memulai hari pasti penuh suka cita Tapi kau terlihat sendu Tak pelak mata ini pun menunduk Ku layangkan senyum simpuh Namun kau tak bergeming Tiada goresan manis diwajahmu Seketika merasa dalam hening Rupa cantikmu tidak hanya dari iman mu Goresan lembut bibirmu adalah indahmu Ringan dan mudah Namun sulit untuk didapat Senyum mu adalah ibadahmu Goreskanlah walau hanya sesimpul Terbayang kelembutan dalam sosok manis itu Dari senyum simpul nan indah seorang muslimah Terinspirasi saat bertemu dengan seorang muslimah cantik, namun tak membalas senyum muslimah lainnya. Sedangkan senyum sangat mudah dan murah, karena tidak berbayar. Bahkan tidak akan membuatmu lelah. Dalam islam, senyum merupakan suatu ibadah, karena senyum memberikan sejuta makna. baca info lengkap Senyum dalam Islam : http://ilmuamalan.blogspot.com/2013/06/10-manfaat-senyuman-untuk-kesehatan.html

Nada

Di awal pagi yang cerah Setelah kabut hitam kemarin Merasakan angin kesejukan Menerpa wajah dari langit membiru Senandung Ilahi bertemu dengan senyum surga Menempatkan kesyahduan dalam asa Setiap nada dalam doa Berharap terus mendengar berdendang Walau tak kunjung pun tiba nada Maka ini adalah rahasia dari Nya Bahwa hanya Beliau lah yang menentukan Tiada kuasa atas takdir yang ditetapkan Nada... Tak hanya sebuah kata Tapi juga sebuah nama Balita kecil yang berangan mendendangkan nada indah Melantunkan asma Sang Pencipta Berpulang kepada dekapan Sang Ilahi Walau tak dapat mendendangkan Nada di Dunia, Ia akan mendendangkan asma Allah dalam Surga terindah. Seindah nama, rupa, dan imannya. terinspirasi dari sebuah berita duka seorang teman, yang kehilangan putri kecilnya yang belum genap hidup di dunia selama 1 bulan . hanya 21 hari saja. namun telah memberikan makna besar bagi yang mengenalnya. Allah SWT menciptakan setiap makhluknya dengan satu tujuan mulia, mak...

Gemuruh

Malam yang kelam dan dingin Langit bergemuruh Awan hitam mulai berkumpul Sedingin-dinginnya angin

One Dream

Waktu telah menunjukkan pukul 5.54 Seperti azan subuh baru saja berkumandang Langit begitu gelap Terselubung kabut nan pekat Bahkan tanda mentari pun tak terlihat Ia masih asik terlelap dalam peraduan Sosok anak pun telah melangkahkan kaki mungilnya Menapaki dinginnya pagi Menuju impian yang akan diraih Hanya dengan satu keyakinan diri Tak peduli dengan menusuknya udara pagi ini Tanpa dekap hangat terus menyusuri jalan setapak demi satu mimpi

Sendal Jepit

Gambar
Bentuk sederhana Dari material sederhana Tapi menempuh makna Dalam suka dan duka Penuh warna dalam setiap langkah Penuh keikhlasan dalam kebersamaan Kegigihan dalam usaha Pengorbanan dalam setia Sepasang memiliki arti Sendiri terasa sunyi Pincang hanya sunyi Tak senada dalam melodi

Ikhlas

Dan ketika perpisahan adalah jalan terbaik, maka akan terdiam dalam kesunyian hati.. Dan ketika pertemuan adalah jalan terburuk, maka merelakan lebih bermakna dari kesenduan.. Namun bilakah memilih itu semudah membalikkan telapak tangan, maka tak kan ada kesendirian.. Dan bilakah menikah itu pun selalu indah, maka tak kan mungkin mereka tercerai.. Sehingga boleh memilih atau tidak, bertemu atau berpisah, kehendak-Nya selalu yang terbaik.. Menguatkan hati kepada satu janji pasti, akan selalu  dalam dekapan cinta dan berkah Ilahi..

Ayat Cinta

Hai, Apa kabar? Sekian lama kita hanya memandang Tak sepatah kata terucap Berbicara tanpa bersuara Sekilas kau tersenyum Berbisik melalui hembusan angin Memanggilku dalam diam Mengatakan kisah hatimu Walau tak ada yang tahu Namun senandung rindu Kan tersampaikan dalam kalbu Melalui sepucuk doa ayat cinta

Gemericik nikmat

Terdengar suara gendang mulai di tabuh Suara kerincing mulai bergemericik Percikan alunan malam bersenandung Menciptakan kenangan indah nan apik Sayup sayup Perlahan dan lembut Sukmaku bergetar Kala kurasakan nikmatmu Dugdug dugdug Degup jantungku Terpompa aliran darah dalam kalbu Memanggilku kembali padaMu Bersyukur atas nikmat yang tak terbendung

Kadang hujan

Langit semakin gelap Udara semakin dingin Situasi begitu mencekam Bumi seakan dipotret Cahaya kilat membelah bumi Langit bergemuruh berkejaran Bersama kilat yang berpendar Setetes demi setetes Curah kasih sayang pun jatuh Semakin deras dan deras Kadang mengecil Kadang membesar Kadang setetes Kadang berderai hujan dimalam hari Bukan bencana Hanya kasih sayang dari Sang Pencipta Namun manusia kadang lupa atas kuasaNya Sehingga menyalahkan anugerahNya

Hembusan Embun

Kabut perlahan turun Malam makin kelam Hujan mulai bergemuruh Kesejukan melanda ketenangan Sayup-sayup angin berhembus Membisikkan kelembutan kalbu Menyampaikan pesan hidup Kadang ada kadang tiada

Sosok Tua

Malam semakin larut Gelapnya langit bergelayut Semilir angin pun tak berhembus Bila kah ia akan menebus Selangkah demi selangkah Ia berjalan menyusuri jalan utama Membawa barang dipunggungnya Dinginnya malam tidak melukainya Ia hanya seperti meringis dalam tangis Tangis yang tak berseru Tangis yang berupa sendu Kala melihat sosok tua yang menggendong dagangannya Di dinginnya malam N amun tak mengurungkan niatnya untuk terus berusaha Entah sudah terjual atau belum, yang ia tahu keluarga menantinya

Surya

Diantara sejuta cahaya Sang surya lah paling bercahaya Dengan keindahannya Menyinari alam semesta Bagaikan senyuman indah Terbit memberikan kehangatan Menerangi jagat raya Dengn senyum terbaiknya