Sosok Tua
Malam semakin larut Gelapnya langit bergelayut Semilir angin pun tak berhembus Bila kah ia akan menebus Selangkah demi selangkah Ia berjalan menyusuri jalan utama Membawa barang dipunggungnya Dinginnya malam tidak melukainya Ia hanya seperti meringis dalam tangis Tangis yang tak berseru Tangis yang berupa sendu Kala melihat sosok tua yang menggendong dagangannya Di dinginnya malam N amun tak mengurungkan niatnya untuk terus berusaha Entah sudah terjual atau belum, yang ia tahu keluarga menantinya